Mengapa Oli Motor Habis Menjadi Masalah? Simak Ulasannya, Update Terkini 2023

Mengapa Oli Motor Habis Menjadi Masalah? Simak Ulasannya
Mengapa Oli Motor Habis Menjadi Masalah? Simak Ulasannya

Ototinfo – Oli adalah komponen krusial untuk setiap sepeda motor, karena berfungsi sebagai pelumas, pembersih, pendingin, dan pelindung mesin motor. Lantas, apa yang terjadi jika oli motor habis? Mari kita telusuri dampak dan risikonya.

Keringnya oli akan berdampak buruk pada mesin motor, sehingga dapat menyebabkan kerusakan yang serius. Maka dari itu, oli perlu diganti secara berkala sebelum kering dan habis.

Apa yang Terjadi Jika Oli Motor Habis?

Hal apa yang terjadi jika oli motor habis menjadi pertanyaan para pengendara baru. Berikut adalah berbagai akibat buruk yang terjadi jika oli motor habis.

1. Kerusakan pada Piston

Oli yang mulai kering akan meningkatkan friction coefficient antara ring piston dan dinding silinder, sehingga mengakibatkan panas pada ruang bakar. Hal ini akan berujung pada akumulasi panas yang berlebihan (overheat).

Overheat akan mengakibatkan piston terkunci, di mana piston over ekspansi daripada ekspansi silinder, yang merupakan kondisi yang cukup buruk. Idealnya, ekspansi piston tidak boleh lebih besar daripada ekspansi silinder.

2. Getaran dan Suara yang Tidak Nyaman

Sebagai pelumas mesin, ketika oli kotor atau kering, maka mesin harus bekerja lebih keras. Hal ini akan mengakibatkan gesekan yang besar, sehingga menimbulkan getaran dan suara yang tidak nyaman dari motor.

3. Pemborosan Bahan Bakar

Ketika mesin bekerja lebih keras akibat keringnya oli, mesin akan membutuhkan tenaga yang lebih besar, sehingga mengakibatkan pemborosan pada bahan bakar.

4. Berkurangnya Daya Tahan Mesin

Oli juga berperan penting dalam menjaga daya tahan dan keawetan mesin. Oleh karena itu, terlambat mengganti oli bisa memendekkan usia mesin motor. Jika hal ini terjadi, pemiliknya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki berbagai komponen yang terdampak.

5. Mesin Motor Mati Mendadak

Keringnya oli membuatnya tidak bisa terdistribusi dengan baik, sehingga ring piston ikut mengering. Hal ini akan mengakibatkan matinya mesin motor secara mendadak sekalipun bensin masih terisi penuh.

6. Turun Mesin

Apabila motor tetap dikendarai sampai oli mesin benar-benar habis, maka motor bisa turun mesin. Seperti yang diketahui, biaya untuk memperbaiki motor yang turun mesin cukup besar, yaitu mulai dari Rp300.000. Namun, jika kerusakannya teramat parah, maka biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.


Leave a Comment